Friday, 30 September 2016

Kemah Ceria HUT Ke-4 Gamananta di Ranu Kumbolo 22-24 Oktober 2016


[PENGUMUMAN]

Selamat pagi, GAMAers!

Empat tahun lalu, 14 Oktober 2012, lima anak muda bergabung dan mendirikan komunitas Gamananta di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru. Berbekal semangat dan tekad, untuk melakukan dan mendokumentasikan perjalanan mengenal Indonesia berwawasan konservasi.

Dalam rangka menyambut dan merayakan hari ulang tahun komunitas Gamananta yang ke-4, kami mengajak untuk bernostalgia dalam acara kemah ceria di Ranu Kumbolo, yang rencananya akan diselenggarakan selama 3 hari 2 malam pada hari Sabtu-Minggu-Senin tanggal 22-24 Oktober 2016.

Adapun rencana perjalanan awal terlampir di link berikut, yang masih bisa berubah menyesuaikan kondisi di lapangan: https://drive.google.com/file/d/0B_HhMnL-1b6bQUI2U09CUTJSYzg/view?usp=sharing

Ada GAMAers yang berminat? 

Silakan mendaftarkan diri dan konfirmasi keikutsertaan, sekaligus informasi lebih lanjut terkait iuran biaya pendakian pada dua kontak yang tertera berikut:
  • Rifqy Faiza Rahman:​ 0822-33822-4995
  • Jauhar Syauqi:​ 0857-1240-0989

Yuk ikut berkemas dan berjalan. Ji! Ro! Lu! Budal! :)

Read More

Tuesday, 1 December 2015

Gamananta Mini Workshop Travel Blogging 2016


Setiap orang dapat dan bebas melakukan perjalanannya sendiri. Sebagian besar di antaranya, mampu mendokumentasikan perjalanannya berupa foto maupun video. Sebagian besar, bahkan mampu bercerita secara lisan pengalaman perjalanannya kepada teman-teman terdekatnya.

Namun, tak semuanya, mungkin sebagian kecil di antara mereka yang mau dan mampu menuliskan perjalanannya. Berbagai macam alasan dikemukakan, mulai dari keterbatasan waktu, ketidaktahuan harus mulai dari mana, hingga alasan yang paling klasik: tidak bisa menulis.

Berangkat dari situasi demikian, maka Gamananta tergerak untuk kembali menggelar pelatihan singkat bagi sahabat, baik anggota Gamananta maupun bukan, untuk mau memulai menulis perjalanannya. Benar-benar menulis, menggambarkan dengan untaian kata-kata, kalimat per kalimat.

Pelatihan berupa mini workshop ini bertajuk: Travel Blogging, Show Your Journey In Words. Dalam acara ini, akan ada dua materi utama. Pertama, tentang tahap-tahap memulai blog sebagai media utama menulis perjalanan, yang akan dibawakan oleh Mohammad Lutfi Hidayat, travel blogger di langkahkecil.com. Kedua, tentang bagaimana membuat cerita perjalanan kalian bermakna yang akan disampaikan oleh Rifqy Faiza Rahman, travel blogger di papanpelangi.co. Di penghujung acara, rencananya akan digelar praktek langsung menulis. Peserta ditantang untuk menulis cerita dalam jangka waktu yang ditentukan.

Mini workshop ini rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 10 Januari 2016. Bertempat di Rezzen Bakery & Coffee House, Merjosari, Kota Malang.

Dengan biaya partisipasi sebesar Rp 25.000, sahabat sudah mendapatkan fasilitas berupa snack dan minum, serta mini wokshop kit. Kuota terbatas, lho! Jadi buruan daftar supaya segera memulai untuk menulis pengalaman perjalanan kalian. Batas akhir pendaftaran peserta mini wokshop adalah tanggal 31 Desember 2015. Dengan menghubungi kontak yang tercantum berikut ini:

Rendra: 0857-3014-0597 (Whatsapp) / 32F7AA63 (BBM)
Oki: 0857-1240-0989 (Whatsapp) / 7E6FF742 (BBM)

Ditunggu keikutsertaannya, ya, Ji! Ro! Lu! Budal!
Read More

Monday, 30 November 2015

#OpenTrip: Pendakian Gunung Buthak (Pegunungan Putri Tidur) 19-20 Desember 2015


Hari ini, adalah hari pertama di bulan Desember. Di Malang dan sekitarnya, hujan sudah memulai musimnya. Dan di gunung-gunung di sekitarnya, sudah mulai jarang terdengar kabar kemunculan titik api (kebakaran). Di awal musim penghujan, merupakan waktu yang tepat bagi ekosistem kembali menghijau.

Setelah cukup lama libur mendaki gunung, kini saatnya Gamananta kembali menggelar open trip pendakian bersama. Gunung mana kali ini yang menjadi tujuan? Ya, ke Pegunungan Putri Tidur-lah Gamananta akan kembali berkunjung. Sejak komunitas ini berdiri, terhitung sudah sekitar lima kali Gamananta mendaki pegunungan ini.

Open Trip pendakian Gunung Butak (yang termasuk ke dalam gugusan Pegunungan Putri Tidur) untuk kali keenam akan diselenggarakan selama 2 hari 1 malam pada tanggal 19-20 Desember 2015.

Karena kuota untuk peserta pendakian terbatas, maka sahabat GAMAers diharapkan segera mendaftarkan diri ke kontak yang tersedia, yaitu kepada saudara Steven Rendra di nomor: 0857-3014-0597. Penasaran bagaimana rupa rimba Pegunungan Putri Tidur? GAMAers bisa coba mampir ke tulisan berikut.

Bagaimana? Tertarik? Buruan daftar ya!
Ji! Ro! Lu! Budal!
Read More

Thursday, 22 October 2015

Gamananta 3rd Anniversary 2015

 Pemotongan tumpeng sebagai simbolis oleh Jauhar Syauqi dan diterima oleh Anggrek

Semua bermula pada 13-16 Oktober 2012, kala lima orang: Rifqy, Muchlis, Kurniawan, Uki, dan Anggrek mendaki Gunung Semeru. Cita-cita ingin berdiri di puncak Mahameru, namun harus tertahan akibat keterbatasan fisik. Tiga malam pun dihabiskan di Ranu Kumbolo, 2.400 meter dari permukaan laut (mdpl).

Dan tujuan utama dari pendakian ini sebenarnya pada 14 Oktober 2012. Gamananta (waktu itu masih bernama D'Projecture) dideklarasikan sebagai komunitas.

Tak terasa, kini komunitas yang mengusung semangat dan orientasi konservasi dalam setiap perjalanannya ini sudah berusia 3 tahun. Usia yang masih prematur namun pertanda untuk semakin berkembang.

Di bawah kepengurusan baru yang dipimpin oleh Jauhar Syauqi (Oki) sebagai Chief Executive Officer (setara ketua), Gamananta merayakan ulang tahunnya secara sederhana. Yakni tasyakuran dilanjut makan bersama di rumah salah seorang anggota Gamananta, Fia, yang bertempat di Wagir, Malang.

Konsep acara kali ini serupa saat perayaan anniversary pertama di rumah anggota Gamananta, Tomi. Tasyakuran sederhana dilanjut pemotongan tumpeng dan makan bersama. Bedanya, kali ini menu yang disajikan adalah hasil dari masak sendiri, tanpa memesan katering. Namun tidak mengurangi kebersamaan dan kekhidmatan saat berdoa untuk kemajuan komunitas.

 Urun pendapat dan dukungan demi kemajuan komunitas

Tasyakuran kali ini dihadiri 11 anggota Gamananta yang luang saat itu. CEO Gamananta membuka acara, dilanjutkan doa bersama oleh Rifqy, lalu dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbolis dan diakhiri makan bersama.

Besar harapan dari masing-masing anggota untuk perkembangan Gamananta. Utamanya soal regenerasi agar ada penerus terbaik bagi kepengurusan saat ini. Juga, dukungan untuk merancang program-program komunitas yang bermanfaat dan tetap sesuai pada visi dan misi komunitas sesuai tercantum dalam Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT) komunitas.

Selamat ulang tahun ke-3, Gamananta! Ji! Ro! Lu! Budal!

(Ditulis oleh: Rifqy Faiza Rahman)
Read More

Monday, 14 September 2015

Camping Ceria di Bedengan


Dalam rangka untuk semakin mempererat sesama anggota dan eksistensi komunitas, Gamananta menggelar acara bertajuk Camping Ceria pada tanggal 12-13 September 2015. Lokasinya bertempat di Bumi Perkemahan Bedengan, Dau, Kabupaten Malang.

Bedengan merupakan bumi perkemahan yang dikelola oleh Perhutani dibantu warga setempat. Fasilitas yang cukup lengkap, termasuk pasokan listrik, kamar mandi, dan warung membuat Gamananta memilih Bedengan sebagai lokasi acara utama.

Dimulai pada tanggal 12 September 2015, peserta bersama-sama mendirikan tenda dome sebanyak tiga buah. Lalu menjelang malam, sebagian peserta menyiapkan bahan masakan untuk menu makan malam. Selama proses memasak, sebagian peserta yang lain bermain musik dengan gitar yang dibawa berkemah.

Selain memasak, peserta juga membuat api unggun untuk memberikan kehangatan dan menjadi media masak untuk ayam bakar dan sate sosis. Kedua menu ini dibawa oleh Fita Kartika Sari, yang saat itu datang bersama Caca, putri semata wayangnya. Sebagai pelengkap menu yang disajikan, pengurus Gamananta juga menggelar sesi kopi darat (kopdar) untuk membahas program Gamananta serta ajang berbagi pengalaman perjalanan masing-masing peserta.

Sharing session

Pada hari itu, tidak hanya Gamananta yang menggelar acara di Bedengan. Ada sejumlah rombongan lain yang menggelar acara sejenis diklat keorganisasian, ataupun yang berkemah biasa untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.

Cooking Competition-Trekking
Keesokan harinya, pada tanggal 13 September 2015, kegiatan senam pagi mengawali hari sebelum berlanjut ke acara utama, yaitu cooking competition. Dari peserta yang ikut, dibagi menjadi empat kelompok dengan komposisi tiga orang per kelompok. Juri kompetisi memasak ini adalah Fita Kartika Sari, anggota Gamananta yang berasal dari Gondanglegi, Malang.

Masing-masing peserta memiliki menu andalan dan keunikan masing-masing. Mereka ditantang untuk menghasilkan menu makanan dalam waktu 1,5 jam.

 Fita Kartika Sari selaku juri mencoba masakan hasil racikan peserta

Setelah waktu memasak usai, keempat menu makanan disajikan ke hadapan juri dan diberi komentar. Namun penentuan pemenang baru diumumkan setelah peserta trekking santai ke selatan Bedengan. Tepatnya ke kolam alami di sungai yang mengalir dan bersumber dari Gunung Butak-Kawi. Niat awal sebenarnya ingin menuju Coban Brues yang berjarak satu jam perjalanan, namun menurut petugas sedang kering air dan rawan longsor sehingga tidak bisa dikunjungi.

Trekking santai ini menyusuri jalan setapak di sisi barat sungai, melewati sebuah tempat pertapaan Hindu dan sekitar 20 menit perjalanan tiba di kolam yang dimaksud.

 Caca asyik bermain air ditemani kedua peserta yang lain

Meskipun matahari bersinar terik, namun peserta yang ikut trekking sebagian besar antusias bermain air dan mandi di dalam kolam yang berair jernih tersebut. Termasuk Caca, yang awalnya ragu untuk turun ke kolam, akhirnya berbasah ria setelah dirayu peserta yang lain.

Penutupan Acara
Setelah puas trekking santai dan bersih diri, akhirnya tiba di penghujung acara. Fita selaku juri mengumumkan peserta yang menjadi pemenang. Pemenang kompetisi memasak jatuh pada kelompok yang terdiri dari Rendra, Anggrek, dan Ghazy. Masing-masing dari mereka mendapatkan hadiah sebuah clothing pack dari Consina.

 Fita Kartika Sari foto bersama kelompok pemenang kompetisi memasak

CEO Gamananta, Jauhar Syauqi menyerahkan cinderamata kepada Fita Kartika Sari

Panitia juga memberikan apresiasi kepada Fita Kartika Sari yang telah berkenan menjadi juri kompetitsi memasak dalam Camping Ceria kali ini. Gamananta memberikan apresiasi berupa foto sketsa hitam putih dalam bingkai hitam, serta topi rimba dan rompi persembahan dari Bivak Outdoorshop,

Lepas Duhur, acara Camping Ceria resmi ditutup dan diakhiri dengan foto bersama. Setelah packing, peserta meninggalkan Bedengan dan pulang ke rumah masing-masing.

Artikel dan dokumentasi oleh:
Rifqy Faiza Rahman
Read More

Monday, 17 August 2015

Gamananta Untuk Indonesia (Pantai Bajulmati)


Dari kopi darat (kopdar) rutin Gamananta yang biasa digelar di kafe Omah Kayu, didapatkan hasil untuk membuat proyek video komunitas. Tujuannya adalah sebagai tribute, memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70.

Untuk membuat video dari sudut pandang yang berbeda, pengurus membagi dua tim dengan dua tujuan berbeda. Tim pertama akan berkemah di Pantai Bajulmati pada 15-16 Agustus 2015, sedangkan tim kedua akan mendaki Gunung Merapi melalui jalur Selo, Boyolali. Berturut-turut, penanggung jawab skenario videografi untuk tim pertama dan tim kedua adalah Rifqy Faiza Rahman dan Cahya Wahyu Pratama. Namun dalam artikel ini, akan lebih dibahas mengenai proses dokumentasi untuk tim pertama.

Hari Pertama
Tim pertama yang akan berkemah di Pantai Bajulmati, Malang ini diikuti sekitar 12 orang. Proses dokumentasi sudah dimulai sejak berkumpul di meeting point, areal parkir Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Sebagian dari peserta diwawancarai satu per satu tentang tema "Mengapa Bangga Menjadi Indonesia?". Hasil dari wawancara tersebut, diselipkan dan dikombinasikan dengan hasil rekaman video lainnya selama perjalanan.

Tim ini juga berhenti di beberapa titik untuk kebutuhan shooting, sesuai dengan skenario yang dibuat oleh penanggung jawab. Akhirnya tim baru tiba di Pantai Bajulmati sekitar pukul 17.00. Sayang, saat itu sedang mendung, sehingga momen matahari terbenam (sunset) tidak terlihat sempurna.

 Sore di Pantai Bajulmati

Agenda selanjutnya setelah mendirikan tenda di bumi perkemahan Bajulmati, sisi timur pantai, adalah menyiapkan bahan masakan untuk makan malam. Menu malam itu adalah ikan yang didapatkan dari belanja di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Pantai Sendang Biru. Lalu dibakar dengan adanya api unggun maupun arang yang tersedia. Sangat sederhana.

Malam itu, Pantai Bajulmati cukup ramai. Banyak rombongan wisatawan yang baru mencapai kawasan pantai saat malam.

Hari Kedua
Setelah sunset tak terlihat sempurna, di hari kedua cahaya matahari pagi cukup terlihat jelas. Kuning keemasan, sebelum akhirnya tertutup awan. Namun beranjak waktu, hari kedua di Pantai Bajulmati sangat cerah.

Di hari kedua ini, tim berbagi tugas. Sebagian menyiapkan sarapan di warung warga, sebagian masih di pantai untuk keperluan dokumentasi video.

Aksi peserta sebagai bagian dari proses dokumentasi

Proses shooting pun berakhir tepat saat waktu sarapan sudah siap. Karena tidak membawa bahan masakan untuk sarapan, tim ini memanfaatkan bahan dan peralatan masak yang telah tersedia di warung. Tentu dengan memberi imbalan secukupnya sebagai ungkapan terima kasih.

Pulang
Saat hari semakin beranjak siang, setelah sarapan dan repacking, tim beranjak meninggalkan Pantai Bajulmati.

Namun, sebelum pulang ke Kota Malang, tim menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu pantai yang berada di pesisir Jalan Lingkar Selatan (JLS) Malang. Hanya berjarak sekitar 2 km dari Bajulmati, tepatnya di Pantai Batu Bengkung.

Pantai ini termasuk baru dibuka, namun sudah mampu menyedot banyak pengunjung. Seperti saat itu, sangat banyak rombongan pengunjung yang datang ke pantai ini, baik dari Malang maupun luar kota. Mulai dari kalangan anak muda hingga keluarga.

Di sini, tim hanya singgah untuk bersantai dan menunaikan ibadah salat Duhur. Sebelum Asar, tim sudah bergerak pulang menuju kota Malang. (*)

Video lengkap dapat dilihat secara online di sini.

Artikel dan foto oleh:
Rifqy Faiza Rahman
Read More

Monday, 3 August 2015

Musyawarah Anggota Gamananta (RAGAM) 2015



April 2013 kala itu. Sejarah terukir di Gamananta. Untuk pertama kalinya, komunitas ini memiliki pemgurus tetap setelah sejak berdiri dipegang oleh ketiga pendiri. Pengurus tetap saat itu terdiri dari empat posisi, yaitu Chief Executive Officer (CEO) yang dipegang Rizky Maulana Ishaq, Chief Operation Officer (COO) yang dipegang Ike Novitasari, Executive Secretary (ES) yang dipegang Azza Hanif Harisna, dan Chief Finance Officer (CFO) yang dipegang Lita Septiani. Keempat orang ini juga dikenal dengan sebutan Executive Boards (EB), bertanggung jawab selama periode 2013-2015.

Tak terasa, dua tahun berselang, tampuk kepemimpinan komunitas sudah harus berganti. Pada 1-2 Agustus 2015 juga terukir sejarah baru, diselenggarakannya Musyawarah Anggota Gamananta (RAGAM) untuk pertama kali.

RAGAM 2015 ini memiliki sejumlah agenda penting, di antaranya pemilihan dan penetapan Executive Boards untuk periode 2015-2017, serta penetapan dan pengesahan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT) Gamananta sebagai landasan dasar berorganisasi agar lebih terstruktur.

RAGAM 2015 kali ini bertempat di rumah salah seorang anggota Gamananta, Alfia Fauzia, di Mulyorejo, Malang.


Agenda hari pertama penuh dengan kegiatan di dalam ruangan. Dengan dua orang presidium, Fahri Affandi dan Ghazy Haidar, hari pertama ini diisi dengan pemaparan laporan pertanggungjawaban oleh EB periode sebelumnya, pembahasan dan penetapan PD/PRT komunitas, penjaringan dan penetapan kandidat EB baru, dan ditutup dengan workshop singkat mengenai travel writing. Dari sekian agenda di hari pertama, pembahasan PD/PRT mendapatkan atensi lebih dan alot karena berkaitan dengan pedoman dasar komunitas. Tujuannya tak lain memberikan kemudahan sistem dalam komunitas itu sendiri.

Bahkan pembahasan sempat ditunda karena masih belum mencapai kata sepakat, khususnya tentang komposisi Majelis Pengawas. Yang awalnya ditulis sebanyak tiga orang, dengan komposisi dua orang dari EB sebelumnya, dan sisanya merupakan slot untuk salah satu Commissioner. Lalu di hari kedua disepakati bahwa Majelis Pengawas hanya terdiri dari dua orang saja. Antara Commissioner dan EB sebelumnya masing-masing mendapat jatah satu orang.

Setelah melalui musyawarah yang cukup alot, akhirnya ditetapkan EB dan Majelis Pengawas (MP) Gamananta periode 2015-2017 sebagai berikut.

 Prosesi simbolis serah terima jabatan
antara CEO periode 2013-2015 kepada CEO periode 2015-2017

Majelis Pengawas
Rifqy Faiza Rahman
Rizky Maulana Ishaq

Executive Boards
CEO: Jauhar Syauqi
COO: Steven Rendra
ES: Anggraeni Ayu Saputri
CFO: Ghazy Haidar

Pada hari kedua, agenda RAGAM lebih santai. Yaitu jalan-jalan santai ke wisata Coban Glotak, Wagir, sekitar satu jam perjalanan dari lokasi RAGAM.

Kegiatan tersebut tidak hanya sekadar jalan-jalan biasa. Karena Rifqy, selaku pemateri workshop travel writing semalam menantang peserta untuk menuliskan perjalanan dan pengalaman saat trekking ke Coban Glotak. Peserta diminta menuliskan pengalamannya sepulang dari Coban Glotak secara singkat dalam waktu setengah jam. Rendra dan Kurniawan mendapatkan apresiasi dari panitia karena terpilih sebagai cerita terbaik di antara peserta RAGAM lainnya.

 Trekking santai ke Coban Glotak, Wagir

Hingga dua tahun ke depan, di bawah kepengurusan baru, Gamananta diharapkan berkembang lebih baik dari sebelumnya. Gamananta menantikan kiprah dan kontribusi dari anggota untuk memajukan komunitas tercinta ini.


 Artikel dan foto oleh:
Rifqy Faiza Rahman
Read More

Thursday, 16 April 2015

Mencicipi Nasi Goreng Kimcil dan Black Burger Go-Song Hotel Horison Ultima Malang

Nasi Goreng Kimcil (kanan) dan Black Burger Go-Song (kiri)

Tulisan oleh: Kurniawan Eko
Foto oleh: Rifqy Faiza Rahman

Hunting kuliner di Malang memang tidak ada matinya. Kalau dikumpulkan bisa dibuat tulisan yang mengecap lidah dalam bentuk buku. Pada hari Kamis, 26 Maret 2015 kami mendapatkan undangan dari Hotel Horison Ultima Malang untuk launching kuliner terbaru mereka. Namanya cukup unik: Nasi Goreng Kimcil & Black Burger Go-Song. Karena baru rilis, dan dengar dari teman kalau menu tersebut enak, jadilah kami budal icip-icip ke sana.

Pagi masih cukup hangat dan hembusan angin yang cukup sejuk mengantar kami menuju vertical lounge restaurant Hotel Horison Ultima Malang di lantai 2. Suasana masih sepi karena ternyata kami adalah undangan yang pertama datang. Di beberapa sudut terlihat beberapa karyawan dan chef masih mempersiapkan untuk kesempurnaan acara. Sedikit cerita, vertical lounge yang didapuk sebagai venue acara launching memiliki suasana perpaduan homy dan kitchen-centered design dengan pemandangan teduh taman dan kolam renang.

Setelah cukup lama menunggu, acara baru dimulai pada pukul11.45. Opening session dari Executive Chef dan F&B manager yang mengalamatkan dengan jelas kuliner yang bakal diluncurkan. Ngomong-ngomong, selama menunggu kami disuguhi signature drink Hotel Horison, jus sawi.  Kenapa jus sawi? Pak Imam Hanafi, F&B manager, menjelaskan tujuannya untuk memancing rasa lapar.  Bahan utamanya yang pasti sawi dan orange. Menurutnya, minuman ini merupakan welcome drink untuk semua tamu yang check-in di Hotel Horison. Dan pastinya setelah mencicipi jus sawi tersebut, well, it's most likely an enegizing appetizer. Strong smell and breeze in the mouth. Rasanya nendang!



Executive Chef Andiko memberikan sambutan

Sebelumnya dari teman yang kerja di tempat ini, infonya porsi Nasi Goreng Kimcil  untuk 5 orang dengan variasi 3 level pedas. Mantap! Kalau Black Burger Go-Song beratnya 1,5 kg berdiameter 20 cm dan porsinya untuk 4 orang. Puas juga sama kuliner baru ini, selain memang karena kelaparan.


Begitu makanannya datang, penampilannya menggoda sekali. Yang pertama dicicipi: Black Burger Go-Song. Karena ukurannya yang besar, perlu kehatian-hatian untuk memotongnya jadi empat bagian. Tapi jika ingin langsung dimakan utuh, silakan dicoba sendiri. Begitu masuk mulut terasa sekali lembutnya daging ham yang disiram black pepper sauce. Sekali gigitan terasa sekali bahan bercampur padu dengan baik makyus di lidah pokoknya. Sedikit berbeda dengan burger kebanyakan, ketika dimakan tidak menimbulkan rasa "lekat" di mulut dan tenggorokan. Black pepper sauce-nya pedas dan gurih dengan taburan keju parut. Rasa sausnya lebih mendominasi tetapi memang sangat klop dipadukan dengan isi bahan Black Burger Go-Song ini. Executive Chef, Chef Andiko, mengatakan warna hitam pada roti bukan berasal dari pewarna makanan siap saji atau sengaja dibuat gosong, tapi berasal dari tinta cumi. Tapi memang ide originalnya dari pengalaman roti yang kelamaan dipanggang terus gosong.



Imam Hanafi, F & B Manager Hotel Horison Ultima Malang
memotongkan burgernya untuk kami

Tak berselang lama, giliran saatnya mencoba menu selanjutnya. Jus sawi yang sebelumnya, memang ampuh banget memancing rasa lapar. Dalam wadah layah bata dengan kesan vintage, Nasi Goreng Kimcil cukup penuh dengan berbagai topping. Ada telur dadar suwar-suwir, tahu goreng, tempe goreng, selada, wortel dan tomat. Rasa telur dadarnya gurih, tidak seperti dalam kebanyakan nasi goreng di tempat lain. Tahu dan tempe gorengnya pun cukup pas disajikan sebagai pelengkap. Untuk nasi gorengnya sendiri mengangkat rasa nasi goreng rumahan namun berkelas dalam penyajiannya. Bumbu terasa mild di mulut dan greget pedasnya sudah dapet. Salute! Sekadar info, ide penamaan nasi goreng kimcil itu ingin mengubah paradigma negatif masyarakat tentang kata kimcil. Makanya dibuat nama masakan yang unik tapi ada kepanjangannya: Kreasi Indah Masakan Chef Internasional.

Secara keseluruhan, it's highly recommended to try. Kalau dilihat dari porsinya, dua menu andalan baru Hotel Horison ini menyasar segmen komunitas, kongkow & keluarga. Harga relatif terjangkau bagi semua kalangan. Melihat tempat dan rasa yang ditawarkan, harga cukup masuk akal.  


Informasi Menu:

Nasi Goreng Kimcil – Rp 85.000++
Satu porsi untuk 5 orang, free Es Teh 1 pitcher
Level pedas: 1-Hot; 2-Extra Hot; 3-Super Hot
Black Burger Go-Song – Rp 110.000++
Satu porsi untuk 4 orang, free Es Teh 1 pitcher
Dimensi: Berat 1,5 kg; Tinggi 15 cm; Diameter 20 cm
HOTEL HORISON ULTIMA MALANGGreen Boulevard No. 2, Araya, Kota Malang
Phone: +62 341 484 777
Fax: +62 341 480 339
Reservation: rsv.malang@horisonultimahotels.com
Website: ultima.horison-group.com/malang
Twitter: @HorisonMalang
Facebook: Horison Ultima Malang
Read More

Wednesday, 11 March 2015

Pengumuman Agenda Terdekat Gamananta


 - PENGUMUMAN / ANNOUNCEMENT -

1. Kegiatan ARISAN akan dimulai pertama kali pada Minggu, 15 Maret 2015. Waktu dan tempat menyesuaikan gelaran kopi darat rutin.Ketentuan ARISAN adalah sebagai berikut:
a. Membayar Rp 10.000 per minggu;
b. Pengocokan (kopyokan) dilakukan tiap minggu;
c. Jika telat membayar, didenda Rp 5.000 per minggu;
d. Setiap peserta diperbolehkan mengikuti dua putaran (dua nomor);
e. Bagi peserta yang mendapatkan ARISAN, akan dipotong 10% untuk dimasukkan ke kas Gamananta;
f. Bagi yang belum dan ingin mengikuti arisan, silakan segera bergabung paling lambat Sabtu, 14 maret 2015 pukul 12.00 WIB dan konfirmasi ke koordinator ARISAN Ibu Anggraeni Ayu Saputri (0896 881 600 35).

2. Sehubungan dengan akan diselenggarakannya event HARLAH MI AL IHSAAN pada hari Sabtu, tanggal 28 Maret 2015, yang akan dimeriahkan dengan Lomba Mewarnai dan Lomba Fashion Show, panitia HARLAH MI AL IHSAAN mengajak teman-teman Gamananta untuk bersedia menjadi bagian tim juri pada lomba tersebut. Silakan konfirmasi ke Ibu Azza Hanif Harisna (0857 314 336 71). Mari dukung dan sukseskan HARLAH MI AL IHSAAN!

3. Sebagai agenda refreshing di tengah penatnya proyek dan kegiatan akademik maupun non akademik, Gamananta kembali menggelar #OpenTrip Pendakian Gunung Arjuno dan Gunung Welirang (opsional) via jalur Tretes-Pasuruan, pada tanggal 2 (malam) - 5 April 2015. Itinerary trip secara garis besar (rincian share cost menyusul) silakan klik link berikut: https://docs.google.com/file/d/0B_HhMnL-1b6bcTVXdWZQOVZ0QTA/edit . Bagi yang berminat dan untuk info lebih lanjut, silakan konfirmasi ke kontak terlampir dalam poster di atas. Kuota terbatas!

Sekian, terima kasih. Ji! Ro! Lu! BUDAL! :)
Read More