Friday, 1 March 2013

Lomba Lintas Alam Nasional “LINDRI LAND ROCK XXIII” 2013


Masih menjelajahi alam Indonesia, meraih setiap sudut pesona nusantara, tentu dengan seribu pesonanya yang tidak pernah tuntas untuk dijelajahi. Kali ini kita akan mengupas habis sebuah even yang seru dan sangat ditunggu oleh pencinta alam Indonesia, yaitu Lomba Lintas Alam NasionalLINDRI LAND ROCK XXIII” 2013. Sudah cukup lama even ini telah berlangsung, tapi baru sempat dibahas sekarang kawan.

Tentu para pecinta alam sudah familiar dengan even yang telah diadakan sejak tahun 1990. Tahun ini, Lindri Land Rock diadakan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tanggal 24 Februari 2013. Para personel GAMANANTA yang mengikuti acara ini terdiri dari 5 orang, Rizky Maulana Ishaq (Leader), Muchlis Setiawan, Nur Ali Mustofa, Norma Rachma, Ike Novitasari. Seperti apa suasana disana, bagaimana keseruan para peserta dan bagaimana tingkah para gama’ers menghadapi tantangan yang luar biasa? Kita akan telusuri setiap langkahnya. Baik, siapkan makanan ringan, minum dan posisikan diri dengan nyaman! Cerita kita mulai....

Preparation
Perjalanan diawali dengan berkumpul di meeting point (tempat berkumpul) para peserta di pom bensin Jl. Sigura-gura Malang hari Sabtu tanggal 24 Februari 2013, pukul 18.30 WIB. Sebelum berangkat, segala hal yang dibutuhkan dicek dan dipersiapkan. Mulai dari pengecekan sepeda motor sebagai alat transportasi, kecukupan bensin, kesehatan peserta, dan logistik lain yang dibutuhkan. Seragam yang kita pakai serba hitam dengan tambahan pin GAMANANTA agar tetap kompak. Setelah segala persiapan siap, kami mulai perjalanan ke Tulungagung sekitar jam 19.00 WIB.

 Berkumpul di meeting point

Perjalanan Malang-Tulungagung
Perjalanan Malang-Tulungagung melalui kota Blitar, dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam. Formasi perjalanan yang kami buat yaitu Ali dan Norma sebagai penunjuk jalan, Rizky dan Ike di tengah, kemudian Muchlis di belakang sebagai sweeper. Selama perjalanan rasa kantuk yang luar biasa membuat kami harus berhati-hati mengendarai sepeda motor, selain itu jalur yang kita lewati cukup gelap dan sepi, bahkan berkali kai kami mengunyah permen kopi agar rasa kantuk hilang. Semakin malam semakin kami perbesar angka di Speedometer agar kami tidak terlambat mengikuti start acara. Akhirnya...., tepat pukul 22.48 WIB kita sampai di tempat tujuan .

Melintasi Alam Tulungagung
Waw, kami sampai juga di tempat tujuan. Di sana kita langsung ke tempat registrasi peserta untuk registrasi ulang, mengambil nomor, dan mengambil kaos peserta. Kemudian kami mulai membersihan diri, menyiapkan segala keperluan, dan sholat Isya’. Tidak lupa foto dulu sebelum berdempet-dempet dengan peserta lain.. he-he-he.

Berfoto sejenak sebelum lomba

Start dan Finish lintas alam ini di Lapangan Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Rute yang ditempuh berjarak ± 25 km dan terbagi dalam 4 (empat) POS. Pada setiap pos terdapat panitia yang akan menilai peserta. Kriteria penilaian meliputi ketepatan waktu total (upacara pemberangkatan, start, pos dan finish), kelengkapan lomba, kekompakan, kerapian, kesopanan, tata laku di masyarakat, citra lingkungan, dan harus sesuai persyaratan peserta.

Kemudian, start dimulai pada pukul 00.00 WIB. Kami dengan semua peserta lain riuh di lapangan Desa Tanggung, karena peserta yang ikut lebih dari 2.000 orang dari segala penjuru Indonesia. Kategori peserta meliputi beregu putra/campuran, beregu putri, perorangan putra, dan perorangan putri. Rizky, Mustofa dan Muchlis tergabung dalam satu kelompok beregu putra dengan nomor urut 084, sedangkan Norma dan Ike masuk kategori perorangan putri dengan nomor urut 164 (Norma) dan 170 (Ike). Pemberangkatan peserta berurutan nomor dan kategori, pemberangkatan pertama yaitu perorangan putra, kedua beregu putra/campuran, selanjutnya perorangan putri, dan terakhir beregu putri. Walaupun kami berbeda kategori dan harus berangkat dengan waktu dan urutan yang berbeda namun kami berlima sepakat untuk melewati tantangan bersama.

Lintasan yang dilalui cukup berat, perjalanan dari start hingga Pos 1 melalui rumah penduduk terlebih dahulu, kemudian persawahan, dan yang paling seru adalah saat menaiki bukit sekitar 1 km dengan sudut kemiringan 450 . Jalan yang dilewati penuh lumpur yang memang sengaja disiram air oleh panitia agar semakin licin dan menantang . Sekitar pukul 03.00 WIB hari Minggu, kami sampai di pos 1. Ternyata sudah banyak peserta yang melewati pos 1. Kami semakin bersemangat untuk mengejar peserta yang jauh di depan agar kami mendapatkan banyak poin, meskipun dihadang oleh jalan lumpur yang sangat licin dan dalam, hmm.....

Kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2, juga melewati perkampungan dan jalan beraspal. Namun, lagi lagi jalan berlumpur menghadang kita. Sepanjang perjalanan kami berpikir sepertinya akan mengelilingi bukit (melipir), karena selain naik kami juga menuruni bukit, lintasan tampak bervariasi. Tapi, godaan yang paling menggila adalah saat ada gorengan yang dijual sepanjang lintasan perkampungan. Ingin rasanya kami istirahat, minum, makan, dan merebahkan badan, lelah kawan. Apalagi melihat peserta lain banyak yang beristirahat, namun tetap ingat komitmen kami berlima di awal untuk tetap terus melaju dengan konsisten agar stamina tetap terjaga hingga finish, karena banyak peserta yang dari awal start berlarian namun ditengah perjalanan mereka terlalu lelah sehingga tersusul oleh kami, mantaaap!

Kemudian sekitar pukul 05.00 kami melewati Pos 2, itu berarti kami sudah melewati jalur sejauh 12 km. Sebenarnya kami ingin berjalan cepat, ingin segera mencapai finish karena kaki sudah tidak kuat berjalan. Namun, ternyata sandal gunung salah satu personel, Ike, talinya lepas sehingga terpaksa harus berjalan dengan normal agar kakinya tidak terluka. Kesalahan memang menggunakan sandal gunung, karena lumpur yang dalam akan menyulitkan kaki bergerak sehingga tali sandal kemungkinan besar putus. Alangkah baiknya memang menggunakan sepatu tracking sesuai anjuran panitia. Eits, ternyata salah satu personel kami sudah berjalan duluan, ya, Norma memang wanita tangguh, dia melaju cepat di depan dibandingkan kami berempat kawan. Sepertinya dia akan memenangkan pertandingan .... yeyeeee

Sekitar pukul 05.25 WIB, kami berhenti sebentar untuk menunaian kewajiban shalat subuh dan menikmati terbitnya matahari di balik bukit. Wahhh, rasanya dipijat pijat oleh mentari pagi yang hangat dan cerah setelah semalaman dingin dan gelap---gelap—gelap (alay) hahaha. Kami juga mengisi perut dengan beberapa potong roti, siapkan tenaga untuk perjalanan berikutnya.

Ayo-ayo, SEMANGAT!!”, wew..... kami tetap bersemangat untuk melanjutkan perjalanan. Mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah di Samudra (OST. Ninja Hattori), hehehe. Kembali ke perjalanan, kami sempat mendengar bahwa ada lintasan air terjun, namun kami sama sekali tidak melewati lintasan tersebut, memang ada beberapa jalur yang disediakan oleh panitia dan kami ternyata tidak beruntung padahal perjalanan melewati air terjun sangat dinanti.

Kemudian kami melewati tebing yang sangat curam dan licin sepanjang 10 meter. Kami turun menggunakan tali yang disediakan oleh panitia namun harus bergantian dengan peserta lain, lumayan yang ini mengobati kekecewaan karena tidak mendapat view air terjun. Setelah itu lanjut perjalanan lewat jalan makadam (berbatu), berasa pijat refleks kaki karena batunya tajam dan licin. Namun akhirnya sekitar pukul 06.30 WIB, kami sampai di Pos 3.

Lanjut dan lanjut kawan, hampir finish nih, hahaha, ayo ayo! Kami semakin semangat. Kami melewati jalan makadam dan perkampungan penduduk. Hingga sekitar pukul 07.45 WIB, kami sampai di Pos 4. Yeyeyeye... Kami memasukkan nomor kami yang terakhir di tempat tiket. Ternyata sudah banyak peserta yang melewati pos 4. Namun, kami tetap bersemangat mencapai finish, capek soalnya hahaha....Dan akhirnyaaaaa! Sekitar pukul 08.55 kami finish! Wahhh, rasanya benar-benar lelah, kami beristirahat terlebih dahulu sambil membagi stiker GAMANANTA pada beberapa peserta lain. Ehh, ketika kami lagi nyari Norma tidak ketemu-ketemu, ternyata dia lagi mandi kawan, haha, curang dia mandi duluan. Kami masih pada jelek, tapi dia sudah cantik sendiri. Namun, dia ikut menyiapkan roti bersama Rizky untuk sarapan kami selagi personel lain membersihkan diri.

Tunggu, tunggu, kami tidak langsung pulang ini. Kami ngaso dulu di masjid dekat lokasi acara. Kami beristirahat dari jam 10.00 – 15.00 WIB. Setelah itu lanjut pulang, formasi seperti awal. Kami sampai di Malang sekitar pukul 18.30 WIB. Wahh, dua hari yang melelahkan dan penuh tantangan. Namun, kejutan dari panitia belum selesai. Kami menunggu pengumuman tiga hari lagi via sms maupun blog. Namun, tidak ada dari kami yang mendapatkan nominasi pemenang. Padahal kami sudah berharap, namun ternyata kami belum beruntung dan kurang usaha. Kesimpulannya adalah kami kurang cepat, hehehe. Tidak mengapa, yang terpenting kami telah mendapatkan pengalaman berharga mengikuti lomba pertama kami.

Nah, ini adalah cuplikan lomba lintas alam telah diikuti oleh GAMANANTA, bagi kaum Gama’ers yang ingin mengikuti acara ini tahun depan, segera update info di bulan Oktober, agar persiapannya lebih matang dan bisa menang, amin . Ohh iya, tak lupa kami sampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Toko penjual sandal jepit (Ike yang beli), Terimakasih pada Ibu penjual gorengan (kami boleh numpang cuci kaki), terima kasih kepada mbah pemilik kamar mandi yang kami repoti shalat Isya’ dan mandi, haha... Kami tunggu para gama’ers untuk Lindri Rock tahun 2013...

Salam Respect,
GAMANANTA
Ji Ro Lu! BUDAL!


Penulis:
Ike Novitasari
About Gamananta TravelerCommunity

Gamananta adalah sebuah komunitas traveler yang selalu membawa semangat dan orientasi konservasi dalam setiap kegiatan dan perjalanannya. Gamananta merupakan dua kata gabungan dari bahasa Sansekerta, "Gama" berarti perjalanan dan "Ananta" berarti tanpa batas. Gamananta berusaha untuk berjalan tanpa batas demi visi dan misinya.

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

No Spam, No Sex, No SARA
Junjung Tinggi Kebebasan Berpendapat yang Bertanggung Jawab