Sunday, 10 March 2013

Selangkah Sederhana untuk Kali Brantas Lebih Bersih


Berangkat dari keprihatinan terhadap tercemarnya aliran sungai Brantas, Jawa Pos Radar Malang menyelenggarakan sebuah acara besar bertajuk "Bersih-bersih Kali Brantas". Acara yang diselenggarakan 9 Maret 2013 ini, didukung penuh oleh semua instansi terkait, mulai dari pemerintahan, kepolisian, TNI, dan berbagai komunitas peserta even. Untuk menunjukkan rasa kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan aliran sungai Brantas, GAMANANTA memutuskan untuk ikut serta dalam even ini sebagai sukarelawan. 

Mungkin baru kali ini terjadi di bumi Arema. Ribuan warga (sekitar enam ribu orang) dari berbagai elemen masyarakat, pejabat, militer, pengusaha, ormas kepemudaan, ormas keagamaan, mahasiswa, pelajar, perusahaan, instansi perbankan, dan lain-lain, bersatu padu membersihkan Kali Brantas di 13 titik sepanjang 24 kilometer. Mereka disatukan dengan salam satu jiwa-nya warga bumi Arema yang sudah begitu melekat. Inilah people power-nya warga Bumi Arema. Inilah bukti manunggalnya TNI dan rakyat. Dan inilah bukti, bahwa warga Malang Raya masih solid dan guyub untuk diajak berkegiatan bersama.

Jawa Pos Radar Malang yang menggagas acara ini, tidak akan berarti apa-apa, jika tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Kami dari perwakilan Crew GAMANANTA yang diantaranya adalah Rifqy, Muchlis, Dadang, Lita, dan Rizky ikut berpartisipasi dalam acara “Bersih-bersih Kali Brantas” yang dilaksanakan pada hari Minggu 9 Maret 2013. Kami mendapat bagian untuk turun di titik 8 yang bertepatan di jembatan jalan Muharto. Kota  Malang.


Mejeng di meeting point, sebelum berangkat

Kami berangkat dari tempat meeting point  crew gamananta (depan gerbang UB) pada pukul 06.00 WIB. Kami langsung menuju lapangan sepak bola depan KUA desa Kedung Kandang tepat pukul 06.30 kami sampai ditempat. Tak lama kemudian pangkalan TNI AD, AL, dan AU datang di lokasi. Kemudian disusul dari berbagai Ormas dan PMI. Tepat pukul 07.00 dari komandan TNI memimpin untuk apel pagi sebelum berangkat ke TKP. 


Mejeng sebelum apel pagi

Barisan anggota Gamananta saat apel pagi

Selesai apel pagi kami langsung dibagi menjadi lima kelompok dan  Gamananta sendiri masuk dalam kelompok II. Selesai dibagi menjadi berbagai kelompok kami langsung berangkat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pada  waktu perjalanan menuju TKP ternyata di sepanjang jalan mulai macet total karena padatnya peserta. Akhirnya kami tiba di TKP dengan selamat. Di titik ini kami dibagi ada yang di bawah jembatan yang bertugas untuk mengambil dan memasukkan sampah ke dalam kantong plastik dan ada yang di atas jembatan yang bertugas menarik sampah yg ada di kantong plastik besar ke atas dengan menggunakan tali tampar. Setelah memarkir motor, kami langsung turun ke bawah jembatan. Tanpa panjang lebar, semua komponen langsung bergerak memunguti sampah-sampah yang berserakan di tepi sungai. Kami mulai memasukkan sampah–sampah ke dalam kantong plastik hitam besar. Di sini warga Arema terlihat sangat solid, meskipun ada beberapa orang yang hanya melihat saja dan nyaris bersih pakaiannya. Namun, tetap kami acungi jempol untuk warga Arema yang sudah berpartisipasi dalam acara ini.


Berani kotor itu baik

Si Dadang, tetap ceria mengumpulkan sampah

Suasana bersih-bersih di bawah Jembatan Muharto

Sebagian tim yang mengangkut sampah dari atas jembatan

Sebagian orang yang mengambil sampah di tengah sungai

Kondisi di daerah aliran kali Brantas tersebut cukup kotor dan memprihatinkan. Yang bikin gemas adalah ketika banyak dari peserta mengangkut sampah, nyatanya warga di bantaran sungai masih santai-santai saja membuang sampah ke sungai dari atas jendela rumah, seolah acuh dengan kegiatan ini. Dapat kami simpulkan bahwa, tidak cukup hanya sekali menyelenggarakan aksi bersih-bersih sungai walaupun dalam skala besar. Akar permasalahan sebenarnya terletak pada kesadaran warga yang tinggal di bantaran sepanjang aliran kali Brantas. Semoga kegiatan ini bersifat berkelanjutan dan semoga dapat menggugah kesadaran warga sekitar, agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih langsung ke sungai. Boleh saja kita semua berharap sumber mata air DAS Brantas di Sumberbrantas, areal Arboretrum untuk tetap mengalir sepanjang musim, sepanjang tahun. Tapi jika alam berkehendak lain (sumber air terbatas dan habis) karena ulah manusia, jangan kaget kalau di masa depan kita terpaksa minum dan mandi langsung dengan air coklat nan keruh dari Kali Brantas.

Berfoto bersama seusai menunaikan tugas

Kegiatan ini berakhir pada pukul 11.00 WIB. Saat pulang, tak lupa kami mampir di warung pinggir jalan untuk mengisi perut, hehehe. Tepat pukul 13.00 WIB kami sampai di kos masing-masing. 

Salam Respect,
GAMANANTA
Ji! Ro! Lu! Budal!


Penulis:
Rizky Maulana Ishaqi
About Gamananta TravelerCommunity

Gamananta adalah sebuah komunitas traveler yang selalu membawa semangat dan orientasi konservasi dalam setiap kegiatan dan perjalanannya. Gamananta merupakan dua kata gabungan dari bahasa Sansekerta, "Gama" berarti perjalanan dan "Ananta" berarti tanpa batas. Gamananta berusaha untuk berjalan tanpa batas demi visi dan misinya.

Artikel Terkait

3 comments:

  1. Salut tuk kawan2 warga malang.. Semoga sungai2 besar di kota2 besar bisa kembali berfungsi sebagai sungai yg sebenarnya, bukan tempat pembuangan sampah/limbah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kawan, mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan kita, dimulai dari kita sendiri, memang sulit bagi warga sekitar bantaran sungai atau yang lainnya untuk agar sadar sampah, tanggung jawab kita generasi muda memutus mata rantai kealpaan tersebut :)

      Delete
  2. kebersihan sbagian dr iman...

    ReplyDelete

No Spam, No Sex, No SARA
Junjung Tinggi Kebebasan Berpendapat yang Bertanggung Jawab