Tuesday, 30 April 2013

Gunung Butak, Buta Medan Sengsara di Perjalanan



Gunung Butak adalah gunung stratovolcano yang kakinya terletak di Malang dan Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Gunung Butak ini terletak berdekatan dengan Gunung Kawi. Gunung ini berada pada posisi 7°55′S 112°27′E /7.92°LS 112.45°BT dengan ketinggian 2.868 mdpl. Menurut pengalaman saya mendaki di Gunung Butak ini sangat amazing karena keindahannya yang sangat menawan. Namun, mendaki Gunung Butak ini yang paling bikin kaki sakit karena jalur pendakiannya yang terus menanjak dan setapak yang kanan atau kiri jalur terdapat jurang yang tertutup dengan tanaman (semak) dengan kemiringan yang cukup miring dan jalan landainya sedikit sekali dibandingkan dengan gunung – gunung sekitar (Arjuno – Welirang, Semeru, dan lain-lain). Setelah berulang – ulang kopdar (kopi darat) membahas tanggal dan teknis pemberangkatan, akhirnya disepakati bahwa kami berangkat pada hari Jum’at, tanggal 12 April 2013 hingga hari Minggu tanggal 14 April 2013. Persiapan perlengkapan dan logistik sudah dibagi tugasnya oleh pengurus GAMANANTA. (Ya, bisa dibilang pendakian gunung butak ini adalah diklat-nya pengurus GAMANANTA yang baru).Peserta pendakian Gunung Butak ini adalah :

1.     Muchlis
2.    Kurniawan
3.    Rizky (penanggung jawab ekspedisi)
4.    Fahriansyah (penanggung jawab perlengkapan)
5.    Mustofa
6.    Dhani
7.    Lita (penanggung jawab logistik)
8.    Ike (perencana perjalanan) *
Nb. * (tidak ikut karena ada keperluan lain)

Jalur yang bisa didaki di gunung butak ini ada 4 jalur yang diantaranya :
1.     Lewat jalur desa Semen – Gandungsari – Blitar,
2.    Lewat jalur gunung Kawi Kepanjen,
3.    Lewat jalur Desa Gadingkulon-Dau-Malang,
4.    ataupun dari bukit Panderman Batu-Malang.

Jum’at, 12 April 2013
  
Di samping gedung Samantha Krida UB

Yang akan saya share di sini adalah lewat jalur desa Semen – Gandungsari – Blitar. Hari jum’at pukul 15.00 WIB kami meeting point di samping sakri Universitas Brawijaya untuk melakukan repacking. Dari rencana awal kumpul jam 15.30, molor sampai jam 17.00 gara – gara ada yang masih keperluan akademik ataupun keperluan yang lain. Kemudian kami langsung repacking dan Selesai repacking lalu sholat maghrib tepat pukul 18.30 kami berdo’a bersama yang saya pimpin dan berangkat dengan 4 motor, Mustofa dengan Lita ada di depan, Fahri dengan Dhani, saya, dan Muchlis dengan Kurniawan memulai perjalanan menuju kota Polsek Wlingi. 
Malang – Pos PTPN XII Sirah-Kencong
Dengan kecepatan hanya 50 km/jam kami nyampek Polsek Wlingi dengan waktu hanya 2 jam perjalanan. Kemudian kami langsung minta perizinan dari bapak polisinya dan akhirnya kami dapat izin. :-D Setelah dapat perizinan kami langsung melanjutkan perjalanan menuju desa Semen. Tepat pada pukul 21.00 WIB kami berhenti untuk mengisi perut. Kemudian kami melakukan perjalanan lagi menuju desa Semen dan sampai di Pos penjagaan desa Semen. Lalu kami izin dan tanya arah menuju PTPN XII Sirah-Kencong. Gag pakek nunggu lama kami langsung melanjutkan perjalanan dengan melewati jalur aspal yang kondisinya sangat buruk yaitu jalan makadam berbatu dengan ukuran batu yang cukup besar – besar. Di tengah – tengah perjalanan kami sempat berhenti selama kurang lebih 15 menit karena motornya mustofa mogok. Berkali – kali mencoba untuk menghidupkan motor akhirnya motor mustofa hidup kembali dan langsung melanjutkan perjalanan. Pada pukul 23.50 kami sempat melewati pedesaan yang kami kira desa itu adalah desa Sirah-kencong,,,jadi kami berfikir berarti tinggal sebentar lagi nyampeg PTPN XII Sirah-kencong. Ternyata asumsi kami salah dan akhirnya salah jalur. Lalu kami berhenti dan kami memutuskan kembali ke pedesaan yang kami lewati sebelumnya untuk bertanya kepada warga. Tetapi kami juga berfikir bahwa kondisinya waktu itu tengah malam jadi gag mungkin kami bertanya kepada warga dan akhirnya diputuskan untuk bermalam di mushola yang ada di pedesaan tersebut tepat pada pukul 00.40 WIB. 

Sabtu, 13 April 2013
Hari sabtu pagi – pagi kami langsung melanjutjkan perjalanan menuju PTPN XII Sirah-kencong dan akhirnya kita sampai di tempat tepat pukul 08.10 WIB. Kemudian kami langsung registrasi hanya dengan membayar parkir motor yang setiap motornya hanya Rp. 4.000. Karena sudah molor terlalu lama jadi kami langsung memulai perjalanan kaki selesai mengisi perut dengan makanan ringan. Enaknya lewat jalur sirah – kencong ini kami dapat menikmati keindahan kebun teh yang sangat menawan. 
 
Foto-foto di kebun teh Sirahkenconog

Kemudian kami tak lupa dengan berfoto – foto dulu,,hehe :-D . Dan akhirnya sampailah di tempat yang agak luas yang kami kira itu adalah pos 1. Dan ternyata itu bukan pos 1 setelah kami melanjutkan perjalanan yang akhirnya kita mencapai pos 1 dengan adanya tanda di pohon. Tetapi di tempat yang kami kira itu pos 1 kami pun langsung masak mie goreng terlebih dahulu tepat pada pukul 09.00 WIB. Selesai makan mie goreng kami melanjutkan perjalanan dan mengambil jalur kiri yang arahnya nanjak. Akhirnya kami menemukan pos 1 yang sebenarnya. 

(Diduga) Pos I

Tanpa berhenti kami langsung melanjutkan perjalanan menuju pos 2 yang informasinya dari web bahwa di pos 2 ada sumber air. Ternyata setelah kami menyusuri jalur ke arah pos 2 dengan jalur yang sangat ekstrim (nanjak) dengan perjalanan yang sangat lama kamis pun tidak menemukan pos 2 maupun sumber air sama sekali. Padahal yang kita dapat informasinya bahwa menuju pos 2 itu ditandai dengan hutan tropis agak lebat dan kita pun juga sudah melewati hutan itu bahkan kita juga sudah melewati hutan yang didominasi dengan pohon besar – besar dan tinggi – tinggi yang dijelaskan dari web bahwa pos 3 dan pos 4 adalah hutan yang didominasi dengan pohon besar – besar dan tinggi – tinggi. Tetapi kita juga belum menemukan pos 2 yang katanya ada sumber air. Bahkan kita juga udah melewati hutan lumut yang dijelaskan di web yang kita dapatkan bahwa jalur menuju pos 5 itu akan melewati hutan lumut. Sampai sejauh itu pun kita juga belum menemukan pos 2 yang katanya ada sumber air. L Di tengah – tengah perjalanan yang hampir seharian kita jalan terus sampai menejelang petang dengan kondisi kita yang sangat capek dan putus asa, dan mengingat perbekalan air juga menipis akhirnya kita pun memutuskan untuk mencari tempat yang agak luas untuk mendirikan tenda dan bermalam dan berdiskusi kita besok akan melanjutkan ekspedisi atau kita turun untuk pulang. 

Disepanjang kita bergegas mendirikan tenda kabut tebal pun sedikit menghilang dan terlihatlah puncak gunung butak ternyata masih jauh yang dapat kita estimasikan perjalanan expres selama 2-3 jam baru sampai puncak. Akhirnya berdirilah 2 tenda untuk kita bermalam. Yeyeye,,,,waktunya makan2. Kemudian kita memasak nasi dengan amat sangat menghemat air karena perbekalan air kita yang sangat minim dan tidak menemukan sumber air sama sekali. Sambil memasak kita juga berdiskusi untuk hari esok. Hasil diskusi akhirnya kita memutuskan untuk balik arah dan turun. Kita memutuskan untuk turun karena banyak pertimbangan. Yang salah satunya adalah perbekalan air kita yang sangat minim dan perjalanan ke puncak masih jauh. Kita sih sempat mengirah kalau kita salah jalur, karena selama perjalanan kita tidak menemukan tanda disetiap pos – pos selepas melihat tanda pos 1.  Tetapi kita kok sempet melihat pos 1 dan selepas pos 1 hanya ada 1 jalur yang kita lalui selama perjalanan. Nah yang kita bingungkan itu padahal kita uda melalui pos 1 dan kita juga lewat jalur yang hanya satu – satunya jalur untuk melanjutkan ke pos 2, dan jalur yang kita lalui juga ekstrim (nanjak), tapi kita kok selama perjalanan hingga seharian tidak menemukan tanda – tanda di setiap pos sama sekali. Nah itu juga merupakan pertimbangan kenapa kita memutuskan untuk turun. Dan akhirnya kita memeutuskan untuk ngecamp di antara pohon besar. 

Jalur pendakian yang menguras tenaga

Minggu, 14 April 2013

Tetap ceria saat makan

Di pagi yang cerah dengan warna langit yg sangat elok dan disertai awan yang bergumpal-gumpal kita pun memasak terlebih dahulu untuk mengisi tenaga sebelum perjalanan turun. Yeyeye….pulang-pulang. :D. Setelah kita makan kita harus menghemat pewrbekalan air lagi dan waktu makan pagi itu (sarapan) tanpa adanya minum air sama sekali. Akhirnya kita pun ingat bahwa semalem kita menggelar jas hujan buat berharap ada hujan dan bisa mendapatkan air. Tetapi kita tidak mendapatkan air karena semalem tidak turun hujan. Dan akhirnya kita pun terpaksa minum air embun yang sedikit ada di atas jas hujan tersebut. Gag pakek nunggu lama kita pun minum air tersebut haha :D (MINUMAN rasa jas hujan). 

Menyeruput air di atas jas hujan

Tepat pukul 07.45 kita memulai perjalanan turun dari tempat camp. Selama perjalanan turun tepatnya dekat dengan pos 1 turunlah hujan dan kita semua sangat senang. Akhirnya kita pun mencari tempat buat nampung air hujan tersebut. Ada yang dari daun talas,,ada yang dari tempat minum, dan ada pula yang nampung air hujan itu dari jas hujan. Dan kita pun mendapatkan air yang cukup banyak untuk diminum. Survival men !!! haha :D. 

Setelah kita berasyik – asyik bermain air hujan kita melanjutkan perjalanan dan tiba di pos perizinan tepat pukul 13.30 WIB. Kemudian kita beristirahat sejenak dan masak makanan untuk makan siang. Pukul 15.45 dengan kondisi masak baru selesai, kita gila – gilaan di tempat parkir motor dengan membuat video singkat tentang Herlemshake Butak ala Gamananta. Haha :D. ya itung-itung pelampiasan gag sampai puncak. Hiks…hiks… :’(. Selesai kita bergila-gilaan kita langsung pamit dan pulang tepat pukul 17.45 WIB. Tetapi kita pulangnya tidak lewat jalan awal waktu berangkatnya. Dan kita lewat jalan pertigaan pertama dari Sirah-kencong ambil jalur kiri terus lurus (tapi jalannya agak jauh dan agak bagus bila dibandingkan sama sebelumnya). 

 Makan sebelum pulang

Perjalanan pulang ke Malang menempuh waktu hampir 2 jam. Kami mampir di Indomaret pinggir jalan di daerah Malang dan setelah itu kami memutuskan untuk makan bareng di warung dinoyo. Untuk Evaluasi menyeluruh baru kami lakukan pada hari Rabu, tanggal 17 April 2013 di tempat kopdar kami biasanya. Alhamdulillah, walau kami gagal menggapai puncak Gunung Butak, keselamatan kami sampai pulang wajib disyukuri. Karena ekspedisi/pendakian gunung dapat dikatakan berhasil itu pulang dengan selamat. Salam Respect!

Penulis: Rizky Maulana

Special Thank's to:
Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW
Orang tua masing-masing
Pak Polisi Polsek Wlingi dan Pak penjaga pos PTPN XII Sirah-Kencong (yang menyempatkan untuk melihat kami herlemshake.an) atas bantuan dan keramahannya dalam informasi pendakian lewat jalur Desa Semen-Gandungsari-Blitar.
Crew Ekspedisi GARWE Gamananta

NB:

1.     Jaga sikap dan tingkah laku selama pendakian

2.    Jaga kelestarian alam dan lingkungan selama pendakian

3.    Jangan memaksakan diri ke puncak kalau cuaca dan persiapan tidak mendukung

4.    Jangan pernah meremehkan alam (khususnya gunung) meskipun sudah pernah mendaki gunung tertinggi pun.

Biaya-biaya:

·         Tiket masuk: Rp 4.000,00/motor (12 April 2013)



About Gamananta TravelerCommunity

Gamananta adalah sebuah komunitas traveler yang selalu membawa semangat dan orientasi konservasi dalam setiap kegiatan dan perjalanannya. Gamananta merupakan dua kata gabungan dari bahasa Sansekerta, "Gama" berarti perjalanan dan "Ananta" berarti tanpa batas. Gamananta berusaha untuk berjalan tanpa batas demi visi dan misinya.

Artikel Terkait

11 comments:

  1. mas/mba mau kesini lagi ga? ayo bareng yuk ane buta jalan soalnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru sempat balas kawan, kami akhir-akhir ini lebih sering naik lewat jalur panderman, batu karena lebih mudah. Rencananya ada keinginan lewat sirahkencong lagi tapi perlu persiapan yang lebih matang :)

      Delete
  2. jalur panderman ambil kanan....awalnya turun...sampai naik...dan jalan stapak curam kiri jalan jurang .... tapi jalan pada umumnya safe

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Salam.Saya Alif dari Malaysia.bisa bawa saya naik Gunung Butak?ini no saya.boleh whatapps +601132215432

      Delete
    2. Mohon maaf baru sempat membaca komentar ini. Silakan email saja di gamananta@gmail.com , kalau waktu dan sumber daya manusia memungkinkan (ada), insya Allah kami bisa bantu :)

      Delete
  4. Mantap...... ''UTAMAKAN SELAMAT''

    ReplyDelete
  5. gan, ini ada rencana ke buthak,berangkat senin besok mohon petunjuk buat perbekalan sama rute via sirah kencong gan

    ReplyDelete

No Spam, No Sex, No SARA
Junjung Tinggi Kebebasan Berpendapat yang Bertanggung Jawab