Sunday, 3 November 2013

Diklat Gamananta 1: Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD)


Sebagai komunitas traveler yang mengusung semangat konservasi, Gamananta dituntut untuk senantiasa profesional, dalam bidang apapun yang terkait dengan traveling, istilahnya totalitas. Gamananta tidak mau setengah-setengah dalam melakukan aktivitas perjalanan. Termasuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan, seperti misalnya kecelakaan.

Karena itu jelang akhir tahun ini kami memiliki beberapa agenda penting yang bermanfaat sebagai bekal antisipasi tersebut sekaligus menambah wawasan baru. Agenda tersebut akan berangkai dan berupa pelatihan seperti PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat), SAR (Search and Rescue), Survival, dan Diklat Lapang sebagai acara puncak dari serangkaian kegiatan tersebut. Setiap kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan anggota Gamananta dalam traveling, utamanya bergerak di alam bebas.

Peragaan penyembuhan kaki kram

Hari Sabtu pagi, 2 November 2013 kami berkumpul di lapangan rektorat Universitas Brawijaya (UB) Malang. Agenda pertama adalah PPGD, yang diikuti oleh 20-an anggota Gamananta. Metri PPGD yang benar-benar baru membuat peserta begitu tertarik dan antusias menyimak hingga akhir.

Pemateri kali ini adalah tiga orang anggota unit Korps Suka Rela (KSR UB) yang cukup berpengalaman di bidang PPGD, yaitu Anissa Nofitasari, Yeni Restu Novarinda, dan Norma Rachma. Materi yang menurut standar tidak cukup disampaikan dalam satu hari, dijelaskan secara singkat oleh ketiga pemateri tersebut. Garis besar isi materi meliputi kedaruratan medis, cedera jaringan lunak, dan cedera alat gerak yang khusus untuk kasus pada traveling.



Menurut kami, pelatihan sederhana ini penting untuk para traveler yang sering mengalami cedera saat melakukan perjalanan. Hal ini tidak boleh diremehkan karena dapat mengganggu kenyamanan dalam perjalanan. Peserta dituntut mengerti dasar keselamatan diri untuk model cedera seperti luka ringan, luka gores, sesak nafas, kram dan lainnya. Penanganan yang benar dapat mencegah cedera semakin parah, dan traveler masih bisa melanjutkan perjalanan seperti biasa.

Foto bersama usai pelatihan

Pesan yang kami dapat dari pelatihan ini adalah jangan pernah remehkan luka sekecil apapun, harus segera ditangani dan disembuhkan. Destinasi memang penting, namun keselamatan tetap menjadi yang utama. Tunggu agenda pelatihan kami berikutnya. :)

Ditulis oleh: Ike Novitasari
Dokumentasi: Gamananta
About Gamananta TravelerCommunity

Gamananta adalah sebuah komunitas traveler yang selalu membawa semangat dan orientasi konservasi dalam setiap kegiatan dan perjalanannya. Gamananta merupakan dua kata gabungan dari bahasa Sansekerta, "Gama" berarti perjalanan dan "Ananta" berarti tanpa batas. Gamananta berusaha untuk berjalan tanpa batas demi visi dan misinya.

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

No Spam, No Sex, No SARA
Junjung Tinggi Kebebasan Berpendapat yang Bertanggung Jawab