Tuesday, 25 February 2014

Simpati Untuk Bencana Gunung Kelud

 
Gamananta baru saja pulang dari pendakian ceria ke Shelter V Mangkutoromo, Gunung Arjuno jalur Purwosari. Keesokan harinya, Ike memberikan kabar untuk mengajak kumpul segera di kampus. Ternyata malam hari jelang tengah malam Gunung Kelud meletus. Siang itu juga, setelah solat Jum'at Gamananta berkumpul membahas pembentukan tim relawan untuk hari Sabtu-Minggu, 15-16 Februari 2014. Dari hasil rapat, dihasilkan tim relawan Gamananta beranggotakan 10 orang, yaitu Rizky Maulana Ishaq, Kurniawan Eko Saputro, Mohammad Lutfi Hidayat, Rifqy Faiza Rahman, Rizal Manggala, Anggraeni Ayu Saputri, Jeanni Anggraeni, Jauhar Syauqi, Chuntari Siwi Asti, dan Ahmad Fitroni. Ike Novitasari dan Dicky Pratama beserta Frida Ayundha Putry bertindak sebagai tim logistik dan komunikasi.

Setelah rapat hingga esok pagi harinya Gamananta mengumpulkan donasi dan bantuan logistik untuk dikirimkan ke Kediri. Bantuan logistik yang berhasil dikumpulkan berupa air mineral, mi instan, beras, popok bayi, peralatan bersih-bersih, susu bayi, dan makanan ringan.

Esoknya, 15 Februari 2014, dengan dua mobil, Gamananta berangkat pukul 08.30 WIB menuju Kediri. Karena jalur Pujon kabarnya masih ditutup, tim memutar  melalui Mojosari. Setelah singgah sebentar di SMAN 1 Kesamben untuk mengambil uang donasi dan dibelanjakan logistik tambahan, tim langsung meluncur ke Kediri. Memasuki Kota Pare, sisa-sisa abu vulkanik yang memadat karena hujan masih berserakan. Tim berencana menuju posko utama di Simpang Lima Gumul untuk memperoleh informasi terkait peta pengungsian dan penyebaran bantuan logistik.

Meninggalkan posko utama Gumul

Dari hasil pantauan tim, tim memutuskan untuk mengirimkan logistik langsung ke Kecamatan Ngancar, kawasan paling dekat dengan Gunung Kelud dalam radius kurang dari 10 km. Di kantor kecamatan, juga terdapat relawan dari Surabaya yang sigap membantu mengangkut logistik dari mobil kami ke gudang logistik.

 Aktivitas pengangkutan tikar ke truk

Esoknya, setelah membantu mengangkut tikar ke dalam truk dalam gudang di posko utama Gumul, tim harus kembali ke Malang karena hari Senin kebanyakan anggota sudah memulai kuliah. Tim memilih pulang lewat jalur Kandangan-Pujon agar dapat mengetahui langsung kondisi di sana pasca erupsi Kelud.

 Kondisi Simpang Lima Gumul

Melewati balai desa Kasembon, tim menyempatkan mampir dan bertemu langsung dengan lurah Kasembon. Dari informasi yang berhasil dihimpun, diketahui bahwa bantuan logistik yang dibutuhkan adalah popok bayi dan obat tetes mata. Untuk logistik berupa makanan dan minuman, dinyatakan sudah berlebih atau aman. Dari Kasembon, tim melaporkan kepada Ike yang stand by di Malang untuk kembali mengumpulkan donasi.

Sampai saat ini, masih diberlakukan masa tanggap darurat hingga 12 Maret 2014 untuk pemulihan kawasan-kawasan terdampak erupsi Gunung Kelud. Turunnya status dari Awas ke Siaga turut membantu mempercepat pemulihan pasca erupsi, utamanya yang terdampak paling parah di Kabupaten Malang, meliputi Pujon, Kasembon, dan Ngantang. 

Foto:Dokumentasi Gamananta
About Gamananta TravelerCommunity

Gamananta adalah sebuah komunitas traveler yang selalu membawa semangat dan orientasi konservasi dalam setiap kegiatan dan perjalanannya. Gamananta merupakan dua kata gabungan dari bahasa Sansekerta, "Gama" berarti perjalanan dan "Ananta" berarti tanpa batas. Gamananta berusaha untuk berjalan tanpa batas demi visi dan misinya.

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

No Spam, No Sex, No SARA
Junjung Tinggi Kebebasan Berpendapat yang Bertanggung Jawab