Monday, 17 August 2015

Gamananta Untuk Indonesia (Pantai Bajulmati)


Dari kopi darat (kopdar) rutin Gamananta yang biasa digelar di kafe Omah Kayu, didapatkan hasil untuk membuat proyek video komunitas. Tujuannya adalah sebagai tribute, memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70.

Untuk membuat video dari sudut pandang yang berbeda, pengurus membagi dua tim dengan dua tujuan berbeda. Tim pertama akan berkemah di Pantai Bajulmati pada 15-16 Agustus 2015, sedangkan tim kedua akan mendaki Gunung Merapi melalui jalur Selo, Boyolali. Berturut-turut, penanggung jawab skenario videografi untuk tim pertama dan tim kedua adalah Rifqy Faiza Rahman dan Cahya Wahyu Pratama. Namun dalam artikel ini, akan lebih dibahas mengenai proses dokumentasi untuk tim pertama.

Hari Pertama
Tim pertama yang akan berkemah di Pantai Bajulmati, Malang ini diikuti sekitar 12 orang. Proses dokumentasi sudah dimulai sejak berkumpul di meeting point, areal parkir Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Sebagian dari peserta diwawancarai satu per satu tentang tema "Mengapa Bangga Menjadi Indonesia?". Hasil dari wawancara tersebut, diselipkan dan dikombinasikan dengan hasil rekaman video lainnya selama perjalanan.

Tim ini juga berhenti di beberapa titik untuk kebutuhan shooting, sesuai dengan skenario yang dibuat oleh penanggung jawab. Akhirnya tim baru tiba di Pantai Bajulmati sekitar pukul 17.00. Sayang, saat itu sedang mendung, sehingga momen matahari terbenam (sunset) tidak terlihat sempurna.

 Sore di Pantai Bajulmati

Agenda selanjutnya setelah mendirikan tenda di bumi perkemahan Bajulmati, sisi timur pantai, adalah menyiapkan bahan masakan untuk makan malam. Menu malam itu adalah ikan yang didapatkan dari belanja di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Pantai Sendang Biru. Lalu dibakar dengan adanya api unggun maupun arang yang tersedia. Sangat sederhana.

Malam itu, Pantai Bajulmati cukup ramai. Banyak rombongan wisatawan yang baru mencapai kawasan pantai saat malam.

Hari Kedua
Setelah sunset tak terlihat sempurna, di hari kedua cahaya matahari pagi cukup terlihat jelas. Kuning keemasan, sebelum akhirnya tertutup awan. Namun beranjak waktu, hari kedua di Pantai Bajulmati sangat cerah.

Di hari kedua ini, tim berbagi tugas. Sebagian menyiapkan sarapan di warung warga, sebagian masih di pantai untuk keperluan dokumentasi video.

Aksi peserta sebagai bagian dari proses dokumentasi

Proses shooting pun berakhir tepat saat waktu sarapan sudah siap. Karena tidak membawa bahan masakan untuk sarapan, tim ini memanfaatkan bahan dan peralatan masak yang telah tersedia di warung. Tentu dengan memberi imbalan secukupnya sebagai ungkapan terima kasih.

Pulang
Saat hari semakin beranjak siang, setelah sarapan dan repacking, tim beranjak meninggalkan Pantai Bajulmati.

Namun, sebelum pulang ke Kota Malang, tim menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu pantai yang berada di pesisir Jalan Lingkar Selatan (JLS) Malang. Hanya berjarak sekitar 2 km dari Bajulmati, tepatnya di Pantai Batu Bengkung.

Pantai ini termasuk baru dibuka, namun sudah mampu menyedot banyak pengunjung. Seperti saat itu, sangat banyak rombongan pengunjung yang datang ke pantai ini, baik dari Malang maupun luar kota. Mulai dari kalangan anak muda hingga keluarga.

Di sini, tim hanya singgah untuk bersantai dan menunaikan ibadah salat Duhur. Sebelum Asar, tim sudah bergerak pulang menuju kota Malang. (*)

Video lengkap dapat dilihat secara online di sini.

Artikel dan foto oleh:
Rifqy Faiza Rahman
Read More

Monday, 3 August 2015

Musyawarah Anggota Gamananta (RAGAM) 2015



April 2013 kala itu. Sejarah terukir di Gamananta. Untuk pertama kalinya, komunitas ini memiliki pemgurus tetap setelah sejak berdiri dipegang oleh ketiga pendiri. Pengurus tetap saat itu terdiri dari empat posisi, yaitu Chief Executive Officer (CEO) yang dipegang Rizky Maulana Ishaq, Chief Operation Officer (COO) yang dipegang Ike Novitasari, Executive Secretary (ES) yang dipegang Azza Hanif Harisna, dan Chief Finance Officer (CFO) yang dipegang Lita Septiani. Keempat orang ini juga dikenal dengan sebutan Executive Boards (EB), bertanggung jawab selama periode 2013-2015.

Tak terasa, dua tahun berselang, tampuk kepemimpinan komunitas sudah harus berganti. Pada 1-2 Agustus 2015 juga terukir sejarah baru, diselenggarakannya Musyawarah Anggota Gamananta (RAGAM) untuk pertama kali.

RAGAM 2015 ini memiliki sejumlah agenda penting, di antaranya pemilihan dan penetapan Executive Boards untuk periode 2015-2017, serta penetapan dan pengesahan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT) Gamananta sebagai landasan dasar berorganisasi agar lebih terstruktur.

RAGAM 2015 kali ini bertempat di rumah salah seorang anggota Gamananta, Alfia Fauzia, di Mulyorejo, Malang.


Agenda hari pertama penuh dengan kegiatan di dalam ruangan. Dengan dua orang presidium, Fahri Affandi dan Ghazy Haidar, hari pertama ini diisi dengan pemaparan laporan pertanggungjawaban oleh EB periode sebelumnya, pembahasan dan penetapan PD/PRT komunitas, penjaringan dan penetapan kandidat EB baru, dan ditutup dengan workshop singkat mengenai travel writing. Dari sekian agenda di hari pertama, pembahasan PD/PRT mendapatkan atensi lebih dan alot karena berkaitan dengan pedoman dasar komunitas. Tujuannya tak lain memberikan kemudahan sistem dalam komunitas itu sendiri.

Bahkan pembahasan sempat ditunda karena masih belum mencapai kata sepakat, khususnya tentang komposisi Majelis Pengawas. Yang awalnya ditulis sebanyak tiga orang, dengan komposisi dua orang dari EB sebelumnya, dan sisanya merupakan slot untuk salah satu Commissioner. Lalu di hari kedua disepakati bahwa Majelis Pengawas hanya terdiri dari dua orang saja. Antara Commissioner dan EB sebelumnya masing-masing mendapat jatah satu orang.

Setelah melalui musyawarah yang cukup alot, akhirnya ditetapkan EB dan Majelis Pengawas (MP) Gamananta periode 2015-2017 sebagai berikut.

 Prosesi simbolis serah terima jabatan
antara CEO periode 2013-2015 kepada CEO periode 2015-2017

Majelis Pengawas
Rifqy Faiza Rahman
Rizky Maulana Ishaq

Executive Boards
CEO: Jauhar Syauqi
COO: Steven Rendra
ES: Anggraeni Ayu Saputri
CFO: Ghazy Haidar

Pada hari kedua, agenda RAGAM lebih santai. Yaitu jalan-jalan santai ke wisata Coban Glotak, Wagir, sekitar satu jam perjalanan dari lokasi RAGAM.

Kegiatan tersebut tidak hanya sekadar jalan-jalan biasa. Karena Rifqy, selaku pemateri workshop travel writing semalam menantang peserta untuk menuliskan perjalanan dan pengalaman saat trekking ke Coban Glotak. Peserta diminta menuliskan pengalamannya sepulang dari Coban Glotak secara singkat dalam waktu setengah jam. Rendra dan Kurniawan mendapatkan apresiasi dari panitia karena terpilih sebagai cerita terbaik di antara peserta RAGAM lainnya.

 Trekking santai ke Coban Glotak, Wagir

Hingga dua tahun ke depan, di bawah kepengurusan baru, Gamananta diharapkan berkembang lebih baik dari sebelumnya. Gamananta menantikan kiprah dan kontribusi dari anggota untuk memajukan komunitas tercinta ini.


 Artikel dan foto oleh:
Rifqy Faiza Rahman
Read More