Monday, 14 September 2015

Camping Ceria di Bedengan


Dalam rangka untuk semakin mempererat sesama anggota dan eksistensi komunitas, Gamananta menggelar acara bertajuk Camping Ceria pada tanggal 12-13 September 2015. Lokasinya bertempat di Bumi Perkemahan Bedengan, Dau, Kabupaten Malang.

Bedengan merupakan bumi perkemahan yang dikelola oleh Perhutani dibantu warga setempat. Fasilitas yang cukup lengkap, termasuk pasokan listrik, kamar mandi, dan warung membuat Gamananta memilih Bedengan sebagai lokasi acara utama.

Dimulai pada tanggal 12 September 2015, peserta bersama-sama mendirikan tenda dome sebanyak tiga buah. Lalu menjelang malam, sebagian peserta menyiapkan bahan masakan untuk menu makan malam. Selama proses memasak, sebagian peserta yang lain bermain musik dengan gitar yang dibawa berkemah.

Selain memasak, peserta juga membuat api unggun untuk memberikan kehangatan dan menjadi media masak untuk ayam bakar dan sate sosis. Kedua menu ini dibawa oleh Fita Kartika Sari, yang saat itu datang bersama Caca, putri semata wayangnya. Sebagai pelengkap menu yang disajikan, pengurus Gamananta juga menggelar sesi kopi darat (kopdar) untuk membahas program Gamananta serta ajang berbagi pengalaman perjalanan masing-masing peserta.

Sharing session

Pada hari itu, tidak hanya Gamananta yang menggelar acara di Bedengan. Ada sejumlah rombongan lain yang menggelar acara sejenis diklat keorganisasian, ataupun yang berkemah biasa untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.

Cooking Competition-Trekking
Keesokan harinya, pada tanggal 13 September 2015, kegiatan senam pagi mengawali hari sebelum berlanjut ke acara utama, yaitu cooking competition. Dari peserta yang ikut, dibagi menjadi empat kelompok dengan komposisi tiga orang per kelompok. Juri kompetisi memasak ini adalah Fita Kartika Sari, anggota Gamananta yang berasal dari Gondanglegi, Malang.

Masing-masing peserta memiliki menu andalan dan keunikan masing-masing. Mereka ditantang untuk menghasilkan menu makanan dalam waktu 1,5 jam.

 Fita Kartika Sari selaku juri mencoba masakan hasil racikan peserta

Setelah waktu memasak usai, keempat menu makanan disajikan ke hadapan juri dan diberi komentar. Namun penentuan pemenang baru diumumkan setelah peserta trekking santai ke selatan Bedengan. Tepatnya ke kolam alami di sungai yang mengalir dan bersumber dari Gunung Butak-Kawi. Niat awal sebenarnya ingin menuju Coban Brues yang berjarak satu jam perjalanan, namun menurut petugas sedang kering air dan rawan longsor sehingga tidak bisa dikunjungi.

Trekking santai ini menyusuri jalan setapak di sisi barat sungai, melewati sebuah tempat pertapaan Hindu dan sekitar 20 menit perjalanan tiba di kolam yang dimaksud.

 Caca asyik bermain air ditemani kedua peserta yang lain

Meskipun matahari bersinar terik, namun peserta yang ikut trekking sebagian besar antusias bermain air dan mandi di dalam kolam yang berair jernih tersebut. Termasuk Caca, yang awalnya ragu untuk turun ke kolam, akhirnya berbasah ria setelah dirayu peserta yang lain.

Penutupan Acara
Setelah puas trekking santai dan bersih diri, akhirnya tiba di penghujung acara. Fita selaku juri mengumumkan peserta yang menjadi pemenang. Pemenang kompetisi memasak jatuh pada kelompok yang terdiri dari Rendra, Anggrek, dan Ghazy. Masing-masing dari mereka mendapatkan hadiah sebuah clothing pack dari Consina.

 Fita Kartika Sari foto bersama kelompok pemenang kompetisi memasak

CEO Gamananta, Jauhar Syauqi menyerahkan cinderamata kepada Fita Kartika Sari

Panitia juga memberikan apresiasi kepada Fita Kartika Sari yang telah berkenan menjadi juri kompetitsi memasak dalam Camping Ceria kali ini. Gamananta memberikan apresiasi berupa foto sketsa hitam putih dalam bingkai hitam, serta topi rimba dan rompi persembahan dari Bivak Outdoorshop,

Lepas Duhur, acara Camping Ceria resmi ditutup dan diakhiri dengan foto bersama. Setelah packing, peserta meninggalkan Bedengan dan pulang ke rumah masing-masing.

Artikel dan dokumentasi oleh:
Rifqy Faiza Rahman
About Gamananta TravelerCommunity

Gamananta adalah sebuah komunitas traveler yang selalu membawa semangat dan orientasi konservasi dalam setiap kegiatan dan perjalanannya. Gamananta merupakan dua kata gabungan dari bahasa Sansekerta, "Gama" berarti perjalanan dan "Ananta" berarti tanpa batas. Gamananta berusaha untuk berjalan tanpa batas demi visi dan misinya.

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

No Spam, No Sex, No SARA
Junjung Tinggi Kebebasan Berpendapat yang Bertanggung Jawab